Hal ini menanggapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2023 senilai Rp4,7 triliun yang 80 persen difokuskan pada pembangunan fisik. Menurutnya, peran yang sangat besar terhadap perkembangan SDM merupakan kerja yang memiliki lika-liku yang cukup berat.
Apalagi mendidik murid dengan latar belakang yang beragam juga mempunyai kesulitan tersendiri. “Mendidik murid itu tidak mudah loh, harusnya memang guru itu harus ditingkatkan lagi kesejahteraannya,” jelas Sopian sapaan karibnya, Senin (11/9/2023).
Ia berharap perlu ada keseimbangan antara tugas tenaga pendidik yang berperan mencerdaskan generasi bangsa dan hak yang diperoleh oleh setiap guru di Indonesia, khususnya Samarinda.
“Mereka yang bekerja dengan tulus dan peran mereka itu sangat penting, tapi justru hak yang mereka peroleh jauh dari apa yang diharapkan,” ucap dia.
Politisi Golkar ini beranggapan bahwa guru setingkat dengan para pahlawan yang berjuang pada saat Indonesia merdeka. Menurutnya, para pejuang yang membela kemerdekaan saat itu rela mati demi Indonesia dapat bebas dari penjajah.
Sedangkan guru dengan gaji yang kecil tapi ia rela menghabiskan waktunya untuk mendidik generasi bangsa menjadi cerdas. “Sama-sama melakukan kerja yang mulia, saya ingin sekali guru itu bisa sejahtera,” ujar dia.
Selain kesejahteraan guru, kata dia yang lebih penting lainnya yaitu kesempatan bersekolah bagi masyarakat miskin seperti anak yatim dan duafa atau kurang mampu. Sebab, Negara mempunyai kewajiban untuk mensejahterakan anak yatim dan duafa tersebut termasuk pada aspek pendidikan.
Sehingga ia mendorong agar Pemkot Samarinda untuk membuat aturan tentang wajib sekolah 12 tahun kepada anak yatim dan duafa sebagai upaya mendorong kualitas SDM.
“Hak semua orang untuk bersekolah, apalagi anak yang tidak mampu, itu yang penting untuk dibantu, dan harus ada fasilitas penunjang seperti beasiswa bagi masyarakat miskin,” ungkap dia.
Walaupun sudah ada Beasiswa Kaltim dengan banyak pilihan untuk menunjang fasilias belajar, tapi menurutnya pemberian tersebut harus lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Editor: Maruly Zainuddin