Hal itu menyusul dilakukannya penandatanganan kerjasama antara Sekretariat Kabupaten (Setkab) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kutai Kartanegara dengan perguruan tinggi tersebut.
Kepala Bagian (Kabag) Kesra Dendy Irwan Fahriza kepada Korankaltim.com Minggu (3/9/2023) hari ini menjelaskan, mereka bersyukur karena sudah menandatangani perjanjian kesepakatan tersebut.
“Program ini masuk dalam beasiswa Kukar Idaman untuk khusus program beasiswa kerjasama tematik, nama programnya santri lanjut perguruan tinggi, target setiap tahunnya 20 santri, Alhamdulillah tahun ini terpenuhi bahkan lebih,” kata Dendy.
Santri asli Kutai Kartanegara ini ada yang masuk di PTIQ untuk santri dan santriwati, sedangkan di IIQ khusus untuk santriwati. Beasiswa kerjasama ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan saja dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) nya saja, tapi sekarang sudah fokus pada pemanfaatan SDM-nya.
“Empat tahun mendatang anak-anak yang selesai dengan program beasiswa kerjasama ini akan disiapkan lapangan pekerjaannya melalui open rekrutmen,” jelasnya.
Kalau yang untuk PTIQ dan IIQ nanti memang itu lulusan guru agama akan kita dorong ke sekolah-sekolah swasta Islam terbuka atau di sekolah negeri yang memang dibawahi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemudian yang kedua untuk Program Studi (Prodi) yang jurusannya ekonomi syariah difasilitasi untuk bekerja di perbankan syariah yang ada di Kutai Kartanegara melalui open rekrutmen, kemudian yang ketiga bisa melalui Baznas dan MUI karena dua lembaga ini mitra dari pemerintah daerah dan Prodi yang ada di PTIQ dan IIQ ada program yang berkesesuaian dengan tugas dan fungsi Baznas dan MUI.
“Saat ini sudah eranya kerja kolaborasi, dan kami menyambut baik untuk keberangkatan para santri kemarin mendapat dukungan dari Baznas. Untuk berangkat transport lokal yang dari Tenggarong-Balikpapan, kemudian dari Jakarta (bandara) ke perguruan tinggi dibantu oleh Baznas, terimakasih kawan-kawan Baznas atas support nya,” papar Dendy.
Editor: Aspian Nur