Ya, Hafidzah terpilih menjadi Duta Baca Pelajar tingkat SMP sederajat se-Kabupaten Kutai Kartanegara setelah melewati persaingan ketat pada acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten (Diarpus) Kutai Kartanegara, Kamis (24/8/2023) hari ini di Hotel Grand Fatma Tenggarong.
Keputusan dewan juri pada Grand Final Pemilihan Duta Baca Pelajar Tahun 2023 memutuskan Hafidzah berhasil mengungguli dua finalis lainnya.
Di tingkat SMP/Mts, Hafidzah harus bersaing dengan 23 peserta dari 12 sekolah dimna seleksi berlangsung selama tiga tahap yaitu tahap seleksi administrasi, tahap final dan tahap grand final.
Tahap seleksi administrasi berhasil menjaring sepuluh finalis termasuk teman satu sekolah Hafidzah yaitu Muhammad Rosyd. Di final, peserta yang lolos diberikan pembekalan, wawancara lanjutan dan pidato dimana Hafidzah melaju bersama Binar dan Shyf. Tahap akhir ini, peserta diuji wawasannya dengan menjawab pertanyaan dewan juri dihadapan seluruh penonton.
Acara ini menjadi upaya memasyarakatkan dan menguatkan gerakan literasi di Kukar khususnya di kalangan pelajar SMP.
Bertindak sebagai dewan juri, tiga pegiat dan tokoh literasi Kukar Isnaini Fidhiatil Ula, akademisi dan pegiat literasi Kukar Hedi Suhartono, pejabat di lingkungan Diarpus Kukar dan Alvionita Budiaris, Duta Baca Kukar tahun 2022.
Hafidzah, putri dari pasangan Budi Cahyanto dan Nita Fatimah ini, tidak menyangka akan meraih prestasi tersebut. "Saya merasa bersyukur dan juga senang, saya tidak menyangka akan sampai di tahap ini. Semoga saya bisa terus berprestasi dan mampu menjalankan amanah ini, " ucap siswi yang biasa dipanggil Memey ini kepada Korankaltim.com usai terpilih jadi Duta Baca Pelajar.
Memey berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mengajak teman-temannya untuk tetap semangat membaca dan berliterasi.
Terpisah, Kepala SMPIT Nurul Ilmi Ahmad Zainuddin mengaku bangga atas pencapaian Hafidzah.
"Alhamdulillah satu peserta didik kami mampu meraih prestasi ini. Semoga hal ini menjadi inspirasi bagi semua untuk terus semangat menggerakkan literasi kita," harap Zainuddin.
Editor: Aspian Nur