Lurah Loa Tebu, Rahimudin mengatakan,
kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di Kelurahan Loa Tebu,
semenjak Loa tebu menjadi kelurahan.
"Alhamdulillah cukup sukses baik dari pasukan pengibar bendera dan
lain-lain," katanya kepada korankaltim.com.
Ia mengungkapkan, seluruh pasukan
pengibar bendera (Paskibra) merah putih adalah putra putri asli Kelurahan Loa
Tebu yang terdiri dari pelajar SMP Negeri 4 Tenggarong, SD Negeri 016 dan MIN 1
Kelurahan Loa Tebu.
"Harapan saya untuk acara peringatan di tahun akan
datang bisa lebih baik dan maksimal lagi kita tingkatkan dari segala aspek baik
dari pengibar bendera, dan kalau bisa kendaraan yang lewat pas penaikan bendera
itu tidak ada yang lewat sama sekali, stop dulu," ungkapnya.
Selain berharap pelaksanaan pengibaran
bendera merah putih lebih baik lagi ke depannya, Rahimudin juga berharap
anak-anak berprestasi asli Loa Tebu ini diperhatikan dari pemerintah kecamatan
maupun kabupaten.
"Terutama kawasan
Batu Dinding dan Bengkinang (ujung Loa Tebu) dengan program Kukar Idaman bisa
dibantu beasiswa untuk yang memang orang tidak mampu," harapnya.
Dia menjelaskan, suksesnya pelaksanaan
upacara pengibaran bendera merah putih ini berkat latihan rutin selama 1 bulan.
Khusus pengibar bendera awalnya dilakukan seleksi seluruh siswa dan siswi yang
ada di Loa Tebu, setelah itu disaring dan diumumkan siswa yang layak untuk jadi
pasukan pengibar bendera.
"Alhamdulillah tidak ada kendala cuma melihat
kondisi keadaan cuaca panas, kami mewanti-wanti maka dari itu kami sebagai
panitia memperhatikan sekali latihan anak-anak," ucap Rahimudin.
Editor: Maruly Zainuddin