Rektor UNU Kaltim, Farid Wadjdy mengatakan, perguruan tinggi didaulat untuk bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan IKN.
"Kami kira semua upaya akan kami lakukan tentang bagaimana pembangunan IKN bisa berjalan lancar terutama pada aspek pendidikan," ucapnya saat agenda Public Lecture tentang Kesiapan Perguruan Tinggi Kaltim dalam Menyambut IKN, di Kampus UNU Kaltim, Jumat (28/7/2023).
Sebagai warga Kaltim, Farid mengaku tidak ingin menjadi penonton pada proses pembangunan IKN ini, karena momentum ini adalah peluang bagi setiap masyarakat Kaltim, sehingga ia mendorong untuk meningkatkan kualitas SDM. Sebab, menurutnya sudah bukan masa-nya untuk meminta rekomendasi untuk ikut berperan dalam pembangunan ini.
"Kita tidak ingin jadi penonton, kita ingin menjadi pemain dan ikut mewarnai pembangunan IKN, menurut saya tidak perlu ada rekomendasi untuk ikut berperan, karena yang diperlukan adalah daya saing," bebernya,
Kendati demikian, ia menilai di masa sekarang yang terpenting yaitu bagaimana untuk memiliki daya saing yang tinggi terhadap SDM yang lain, terkhusus pada para pendatang.
"Di situlah sebenarnya peran perguruan tinggi dituntut untuk bisa melahirkan sarjana-sarjana yang memiliki mental dan tahan banting," ungkapnya.
Menurutnya, jika masyarakat Kaltim tidak ikut mewarnai pembangunan IKN, maka selamanya akan menjadi penonton dan ia beranggapan warga Kaltim tidak akan bisa menikmati apapun dari kehadiran IKN. Menurutnya, bagaimana Kaltim bisa bersaing apabila secara kualitas saja sudah kalah saing.
"Di samping perguruan tingginya sudah siap tapi pemerintah daerah juga pun harus siap untuk memberikan dorongan yang kuat dalam peningkatan kualitas, keunggulan dan daya saing," ucapnya.
Sementara, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Samarinda, Ahmad Naelul Abrori dan juga sebagai inisiator agenda Public Leacture ini mengatakan bahwa dalam momentum ini dirinya bersama jajaran berupaya mendiskusikan peran Kota Samarinda dalam hal peningkatan SDM di Kaltim.
Ia juga menilai masalah pendidikan masih menjadi tugas bersama yaitu tentang daya saing bagi setiap lulusan perguruan tinggi di Benua Etam. Sebab menjelang IKN, persaingan akan semakin ketat.
"Ke depan kami akan panggil semua elemen pemuda, mahasiswa untuk bersama-sama mendorong bahwa kami punya niat untuk mendeklarasikan kota Samarinda sebagai kota pendidikan," pungkasnya.
Sebagai Informasi, PMII Samarinda menggelar Publik Leacture dengan mengusung tema "Kesiapan Perguruan Tinggi Kaltim dalam Menyambut IKN" di Aula Kampus UNU Kaltim di Jalan APT Pranoto.
Editor: Maruly Zainuddin