Saran tersebut disampaikannya guna mengatasi ketersediaan sekolah saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Pasalnya, saat ini ia menganggap masalah PPDB yang terjadi karena ketersediaan sekolah yang tidak berbanding lurus menjadi persoalaan tahunan Pemkot.
"Sekarang ini jumlah SDN sekitar 130 sangat jauh dengan jumlah SMPN yang berjumlah 25 sekolah. Jadi cuma berapa persennya aja yang ditampung," ujarnya, Minggu (18/6/2023).
Menurutnya, meski pembangunan infrastruktur juga penting, Pemkot Balikpapan harus lebih memprioritaskan pembangunan sekolah-sekolah baru. Artinya, pihaknya tidak melarang Pemkot melakukan pembagunan infrastruktur akan tetapi tidak berlebihan.
"Harus berimbang dengan pembangunan sekolah, karena pembangunan sekolah ini sangat mendesak," ucapnya.
Lanjut Ardiansyah katakan, seperti Kecamatan Balikpapan Tengah sangat butuh perhatian Pemkot untuk membangun gedung SMP Negeri.
"Alhamdulillah, saat ini sudah tahap evaluasi. Kabar baik ini buat warga Balikpapan Tengah, jika hasil evaluasi selesai tahun depan bisa dibangun sekolah," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin