Bagi pelajar yang berdomisili di Kecamatan Sambaliung dan sekitarnya diberikan toleransi karena dianggap akan kesulitan mengakses sekolah mereka di Tanjung Redeb.
Kepala Disdik Berau, Yudi Artangali mengungkapkan, pihaknya akan membuka opsi untuk menitipkan pelajar ke sekolah terdekat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Dia pun akan terus melakukan evaluasi untuk belajar secara hybrid yakni mengkombinasikan antara pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan pembelajaran tatap muka, termasuk akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kepala sekolah terkait.
"Sebab ada beberapa anak didik yang kesulitan mengakses transportasi dampak penutupan Jembatan Sambaliung,” ungkap Yudi kepada Korankaltim.com, Rabu (7/6/2023).
Dikatakannya, jika kondisi yang ada dianggap masih akan menyulitkan para pelajar, tidak menutup kemungkinan pada tahun ajaran baru anak didik dititipkan pada sekolah terdekat. Terlebih, saat ini para pelajar memasuki masa ujian sekolah, sementara pada 10 Juli nanti akan memasuki tahun ajaran baru.
"Masih ada waktu hingga tahun ajaran baru untuk memikirkan jalan terbaik bagi para pelajar yang terdampak. Kemungkinan dua opsi tadi bisa direalisasikan pada tahun ajaran baru," ucapnya.
Opsi ini diberikan agar para pelajar yang berdomisili di Sambaliung tidak perlu menyeberang sungai lagi. Dijelaskannya, Pemkab Berau sendiri telah memfasilitasi penyeberangan dengan mengerahkan sebanyak 5 speedboat dari beberapa instansi dan mengutamakan untuk mengangkut pelajar serta orang sakit.
“Untuk sementara, saya harap sekolah bisa memaklumi jika ada anak didiknya yang terlambat ke sekolah karena harus antre untuk menyeberang” bebernya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, Pemkab terus melakukan evaluasi terkait sarana dan prasarana terkhusus untuk para pelajar dan keadaan gawat darurat untuk diprioritaskan menyeberang menggunakan sarana transportasi yang telah disiapkan.
Terkait opsi menitipkan pelajar ke sekolah terdekat yang berdomisili di Kecamatan Sambaliung, Pemkab jelasnya akan segera mengkordinasikan kepada instansi terkait untuk segera mencarikan solusi agar penutupan Jembatan tidak berdampak dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Editor: Maruly Zainuddin