Upaya peningkatan SDM tersebut mulai difokuskan bukan hanya pada siswa namun juga pada para tenaga pendidik. Hal ini, terutama berkaitan dengan hadirnya kurikulum merdeka belajar.
Kepala SMP Negeri 22 Samarinda, Asmuran mengaku, sudah memberikan pelatihan secara bertahap bagi tenaga pendidik.
"Tahun lalu kami sudah memberikan pelatihan kepada guru kelas 7, sedangkan di kelas 8 nanti akan kami lakukan di tahun ini," jelas Asmuran pada Korankaltim.com, Sabtu (3/6/23).
Selain itu, Asmuran juga menjelaskan bahwa untuk kelas 8 akan dimulai pelatihan kepada guru terhadap kurikukum merdeka belajar di awal tahun pelajaran baru dengan menggunakan konsep In House Training (IHT).
"Narasumber dari pelatihan itu nanti akan diambil sesuai kriteria dan dipilih dari pemerintah pusat, sedangkan kelas 9 masih menggunakan kurikulum 13," beber Asmuran.
Hal ini, kata dia juga dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia Nomor 262/M/2022 yang menetapkan kurikulim merdeka belajar.
"Kami sebagai tenaga pendidik harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh kementerian sekaligus mempersiapkan kualitas SDM yang mampu berdaya saing tinggi," pungkasnya.
Editor: Rusdianto