Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Mulyadi dengan diawali sambutan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Halimi Hadibrata dan Kepala Adat Besar Dayak Kenyah Kaltim, Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltim, Ajang Kedung.
Mulyadi mengatakan pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi karena telah melakukan gerakan program revitalisasi bahasa daerah sebagai salah satu upaya penting untuk mempertahankan bahasa Kenya yang dikhawatirkan terancam punah dan menurun jumlah penuturnya.
"Semoga kegiatan pelatihan selama 4 hari ini bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bahasa daerah, karena kita lihat kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan, seluruh Indonesia kita punya bahasa daerah itu berjumlah 718, nah bahasa daerah ini kondisinya mengalami kemunduran dan terancam punah." kata Mulyadi.
Ketua Panitia Pelaksana, Nurul Masfufah mengungkapkan pelatihan ini dilaksanakan mulai 29 Mei sampai dengan 1 Juni 2023, terpusat di Aula Serba Guna SMA Negeri 2 Tenggarong.
"Kegiatan pelatihan ini diikuti 62 peserta terdiri guru SD dan SMP penutur bahasa Kenyah dan pegiat bahasa Kenyah dari beberapa komunitas yang berasal dari Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Kutai Timur dan Samarinda. Narasumber disampaikan langsung oleh Pak Ajang Kedung, Pak Nuh Lenjau, Pak Orlilip, Pak Ibrahim Dungau, dan Pak Yahya Usat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kaltim, Halimi Hadibrata mengucapkan terima kasih atas dukungan Disdikbud Kukar terhadap program revitalisasi bahasa daerah ini. Pihaknya berharap dukungan dan sinergisitas ini tetap terus terjalin.
"Terimakasih dukungan dan semangat kawan-kawan yang ikut menjadi peserta pelatihan ini. Salam Trigatra bangun bahasa: utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing," tegas Halimi.
Editor: Rusdianto