Mantan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak (AFI) yang juga pembina IA KPMKT melantik resmi kepengurusan baru ini disaksikan perwakilan dari seluruh alumni mahasiswa yang datang dari beberapa daerah. Mubes sendiri diikuti 9 pengurus cabang dari sebelas pengurus IA KPMKT di seluruh Indonesia yang pernah kuliah di luar Benua Etam, diantaranya dari Jakarta, Yogjakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan daerah lainnya.
Setelah terpilih jadi ketua yang baru, Isran menegaskan kepada pengurus IA KPMKT agar tidak membawa organisasi tersebut ke ranah politik. “Tahun depan ada Pemilu, saya minta tidak ada pengurus IA KPMKT yang membawa nama organisasi ini untuk kepentingan politik. Kalau secara individu tidak masalah,” tegas Isran.
Isran berkaca pada dirinya saat mengikuti pemilihan kepala daerah beberapa tahun lalu dimana beberapa jabatan yang didudukinya tak membuatnya mencari suara. “Saya jadi gubernur tidak pernah membawa nama organisasi yang saya pimpin, yang pasti semua harus murni perjuangan sendiri, tidak karena organisasi,” papar Isran.
Setelah dilantik AFI, Isran Noor menerima berkas kepengurusan IA KPMKT dari Abdul Rachim dan menerima buku profil IA KPMKT dari pembina H Achmad Husry. Hadir pula pada acara tersebut mantan wakil gubernur Kaltim Farid Wadjdy.
Achmad Husry sendiri mengingatkan pentingnya percepatan peningkatan sumber daya manusia (SDM) lokal yang berkualitas karena Kalimantan Timur bakal menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
"Jangan sampai masyarakat lokal termasuk alumni yang ada ini hanya menjadi penonton tanpa punya andil dan peran di IKN. Kami berharap dengan terpilihnya gubernur sebagai pimpinan alumni bisa membuat konsep perubahan yang cepat, khususnya dalam peningkatan SDM lokal Kaltim yang lebih berkualitas," papar Husry.
Editor: Aspian Nur