Salah satunya, SD Negeri 004 Samarinda Ilir, yang meluncurkan 20 buku Antologi dan SD Negeri 007 Samarinda Ulu menerbitkan 18 buku karya murid, orang tua dan guru.
Keseluruhan buku yang dihasilkan tersebut ternyata akan disimpan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Samarinda sebagai koleksi yang akan dinikmati oleh banyak pengunjung.
“Kita patut berbangga dengan hasil karya siswa dan guru SD tersebut. Tentu ini sangat membanggakan, dan ini menjadi langkah pasti menciptakan budaya literasi di satuan pendidikan,” ucap Asli, kepada Korankaltim.com, Senin (22/5/2023).
Ia menyampaiakan bahwa dengan adanya launching buku dari dua sekolah tingkat dasar tersebut harusnya bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya.
Menurutnya, program literasi sekolah memang harus selalu digaungkan, agar hasil karya berupa buku memperkuat daya kreativitas sekolah dan itu bisa dimulai dari upaya pembinaan sedari dini.
“Kita berharap tentu ini menjadi contoh untuk sekolah lainnya, khususnya untuk tingkat selanjutnya seperti SMP atau SD lainnya, bahwa pembinaan bisa dimulai dair bangku sekolah dasar,” urainya.
Asli mengaku bahwa nanti Disdikbud Kota Samarinda akan melakukan program satu guru satu buku atau satu kelas satu buku untuk menumbuhkan semangat para siswa dan guru berkreasi dalam membuat buku.
Dari program ini, Asli meminta pada seluruh siswa maupun guru untuk terus membiasakan diri dalam menulis dan membaca.
“Kerjakanlah apa yang kau tulis dan tulislah apa yang kau kerjakan. Jadi literasinya itu gimana supaya bisa lebih baik dan lebih optimal lagi kedepannya,” imbuhnya.
Sebab ciri-ciri sekolah yang unggul atau sekolah yang bisa membangun komunikasi antara orang tua, guru dan muridnya di sekolah.
Sehingga diharapkan kerja sama dalam peningkatan kapasitas, kolaborasi, saling membantu dan mengisi bisa terus terjalin dengan adanya program menulis ini tadi.
“Karena sebenenarnya kenapa orang tua menitipkan anak di sekolah. Itu karena kita sendiri tidak bisa mendidik anak kita secara komprehensif, makanya kalau ada program seperti ini saya rasa bagus sekali,” tutupnya.
Editor: Rusdianto