“Rencananya kita bangunkan SMP Negeri 50, itu adalah dampak dari ‘Sekolah Terpadu’ yang memang diinginkan kita semua sudah direstui juga dengan Pak Wali Kota,” ucap Asli pada Korankaltim.com, Selasa (9/5/2023).
Selain itu, pembungan juga akan dilakukan di Kecamatan Palaran, diketahui untuk lokasi ini Detail Engineering Design (DED) nya sudah rampung.
Asli mengaku pembangunan sudah akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang dan ditargetkan rampung pada 2025 mendatang.
“Rancana pembaunannya tahun depan, ini kan baru perencanaan, kemungkinan di 2025 awal, segala persiapan juga selesai,” jelasnya.
Pembangunan sekolah baru ini tidak serta merta tanpa pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti tenaga pendidik, staf TU, petugas kebersihan, penjaga keamanan, dan kepala sekolah.
Oleh karenanya, Asli mengaku pihaknya akan mengatur penambahan tenaga pengajar tidak hanya di dua sekolah yang akan dibangun ini saja.
“Kita akan atur juga di sekolah-sekolah yang lain untuk kita rekrut kembali, inikan kita cukup banyak ada penambahan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” urainya.
Ia berharap nantinya dari yang sudah terekrut ini bisa menutupi beberapa sekolah yang nantinya akan dibangun dan membutuhkan tambahan tenaga pendidik.
Penambahan ruangan kelas atau rombel juga masuk dalam perencanaan Disdikbud Kaltim sebagai jalan keluar dari adanya over kapasitas di lapangan.
“Ada sekolah yang penambahan rombel salah satunya tadi SMP Negeri 16, cuma kalau sekolah ini berbeda tidak sama dengan sekolah lainnya karena dia ada rancangannya sendiri,” tegasnya.
Sama halnya dengan sekolah tadi, penambahan rombel kelas ini juga dibarengi dengan penambahan jumlah SDM yang sudah direkrut.
Editor: Rusdianto