Sarana dan prasarana sangat kurang. Bahkan bangunan sekolah mulai dari ruang kelas, pagar, tempat sampah, peralatan Kesehatan hingga toilet hampir seluruhnya mengalami kebocoran.
“Kelas hanya lima ruang, sedangkan ada 12 kelompok belajar,” ujar Kepala SD Negeri 14 Kecamatan Sungai Pinang Noor Fatimah Hindun kepada Korankaltim.com, Senin (3/4/2023).
Sekolah ini disebutnya masuk dalam kategori tak layak. Selain fasilitas dan saprasnya yang tidak memadai, sekolah ini juga sering ditemukan ular.
Sesuai nama jalannya yakni Jalan Lubuk Sawah, tepat dibelakang sekolah juga masih ada Sebagian hutan, rawa dan sawah, persis disamping Kantor Kelurahan Mugirejo.
“Pernah guru kami sedang bersih-bersih rumput di tangga naik ke kelas, tidak sengaja kepegang ular sawah,” sebut Hindun lagi.
Selain itu, plafon semua kelas juga bocor. Memang tak begitu parah, namun anak-anak harus menggeser meja hingga ke pinggir apabila hujan turun.
Indun mengaku selama lima bulan bertugas di SD Negeri 014 Kecamatan Sungai Pinang, dirinya sudah dua kali mengirin proposal.
“Kami mau minta penambahan delapan kelas, karena kasian anak-anak ini kalau sampai sore. Proposal belum ditanggapi, ini mau kita kirim lagi,” ungkapnya.
Dua ruangan juga dibatasi folding gate yang sewaktu-waktu bisa dialih fungsikan menjadi ruang pertemuan orang tua dan acara-acara lainnya.
Dirinya berharap adanya perhatian dari pemerintah dan dinas terkait, mengingat SD Negeri 014 Sungai Pinang ini menampung 300 lebih siswa dari kawasan tersebut.
Editor: Aspian Nur