Hal ini, berkaitan dengan banyaknya keluhan mahasiswa terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) baik tenggat waktu maupun besarannya. "Ini memang adalah problem yang memang harus dipecahkan," kata Syifa kepada Korankaltim.com, Kamis (30/3/2023).
Bahkan, Syifa mengaku mahasiswa bakal melakukan aksi unjukrasa agar pihak kampus mempertimbangkan kembali kebijakan UKT tersebut. "Karena ini biasanya waktunya mepet atau yang paling sering jadi keluhan soal angkanya yang besar ini yang masih kita coba bicarakan dengan kampus," bebernya.
Syifa menjelaskan, tidak semua mahasiswa bisa menyuarakan aspirasinya, termasuk hal ini. Itu menjadi tantangan yang cukup besar bagi Dema yang dipimpinnya.
Untuk itu, ia bakal membuka wadah atau ruang pengaduan mahasiswa, untuk menampung semua aspirasi dan keluhan yang ada di kampus. Sayangnya, Syifa belum mau membeber teknis wadah pengaduan yang ia maksud.
Editor: Rusdianto