Wais tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Balikpapan membaca berita Korankaltim.com yang berjudul "Kakek di Balikpapan Disebut Larang Cucunya Sekolah, Alasannya Karena ini" dan Kepala Disdik Balikpapan Irvan Taufik langsung mendatangi rumahnya Senin (27/2/2023) pagi tadi di kawasan RT 03 Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.
Kedatangan Irvan Taufik untuk mencarikan solusi agar Wais dapat bersekolah. "Pendidikan ini hak dasar setiap manusia, kami Bersama camat dan lurah Balikpapan Utara mendatangi kakek Wais, berdiskusi agar dapat mengizinkan cucunya sekolah lagi dan akhirnya si kakek mengizinkan," kata Irvan disela kunjungan.
Secara teknis Disdik Balikpapan akan membantu Wais untuk dapat masuk sekolah. Hanya saja Wais keinginan untuk masuk Sekolah Dasar Negeri terganjal dikarenakan usianya yang melebihi batas maksimal masuk Sekolah Dasar.
"Tentu Disdik akan mengkaji karena anak itu usianya sudah 11 tahun, terkait adanya peraturnan pendidikan usia SD maksimal 9 tahun masuk kelas 1 jadi kemungkinan besar kami arahkan ke SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) misalnya," sebut Irvan.
Hal yang terpenting adalah Wais bisa mendapat pendidikan dasar. "Terpenting anak itu mengenyam pendidikan, kami bernegosiasi dengan pihak keluarga dan siap anaknya di sekolahkan. Padahal saat ini sekolah tidak bayar jika ada bayar Disdik yang akan membantu." tegas Irvan.
Disdik Balikpapan akan mensuport segala kebutuhan Wais untuk dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. "Kami konsen soal pendidikan anak, kami juga meminta agar menghubungi kami seperti Koran Kaltim mendapat informasi seperti anak yang tidak sekolah, yang usia sekolah tapi tidak sekolah agar kami cari solusinya sehingga anak ini bisa sekolah kasihan masa depannya,"harapnya.
Disdik Balikpapan juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan untuk memberikan pengobatan kepada kakek Wais karena dalam kondisi sakit.
" Sekalian kami juga berkoordinasi dengan pihak Dinkes untuk mengobati kakeknya karena sakit-sakitan. Saya sudah telepon Dinkes dan Puskesmas sudah dating memeriksa ke rumahnya," papar Irvan.
Editor: Aspian Nur