Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kaltim (BP-BKT) Iman Hidayat mengatakan di tahun 2023 ini telah disediakan anggaran sebesar Rp300 miliar dan itu menunjukkan akan ada tambahan kuota hingga 40 ribu penerima. "Tahun lalu sekitar 84 ribu pendaftar, jadi estimasinya tahun ini bertambah sekitar 40 ribu lebih, kemungkinan sekitar 120 pendaftar," kata Iman.
Besaran beasiswa yang ada di tahun ini tak jauh berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni masih akan menyesuaikan dengan uang kuliah tunggal (UKT) para penerima. Kuota peserta pun bergantung pada besarnya UKT dari masing-masing calon penerima.
Jika pendaftar banyak namun UKT tinggi maka penerimanya sedikit, sementara jika pendaftar banyak dengan UKT kecil, maka penerima akan lebih banyak.
BP-BKT saat ini sedang melakukan persiapan untuk membuka Beasiswa Kaltim 2023, melakukan beberapa penyempurnaan terutama terkait kekurangan-kekurangan yang ada di petunjuk teknis (juknis). Dari pendaftaran-pendaftaran sebelumnya, banyak pendaftar yang gugur ditahap administrasi.
Penyebabnya karena ada syarat yang belum lengkap atau kurang tapi sudah menyimpan dokumen secara permanen. "Kami harap, tahun ini calon pendaftar beasiswa bisa membaca juknis dengan lengkap dan teliti," ujar Iman lagi.
Iman mengingatkan agar pendaftar memasukkan transkrip yang memuat indeks prestasi kumulatif (IPK) bukan indeks prestasi semester (IPS) mengingat hal ini kesalahan yang terus berulang bagi pendaftar.
Bahkan ada pendaftar yang memasukkan iuran uang gedung hingga asuransi ke dalam UKT padahal hal itu tak diperkenankan. "Jadi yang dimasukkan itu IPK-nya, misal dia sudah semester 6 berarti IPK dari semester 1 sampai 5, bukan justru hanya yang semester terakhirnya saja. Kecuali bagi mahasiswa yang semester 2, dia hanya melampirkan IP semester 1 saja," pungkas Iman.
Editor: Aspian Nur