Sayangnya untuk jenjang pendidikan SMA/Sederajatt, capain tingkat penyelesaian pendidikan terbilang rendah, di angka 74,26 persen.
“Rendahnya capaian mengindikasikan tingginya tingkat putus sekolah, atau tinggal kelas. Termasuk rendahnya partisipasi pelajar di jenjang SMA/Sederajat,” terang Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana.
Melihat dari Angka Partispasi Sekolah (APS) di Kaltim, pada periode 2019 sampai 2021, jenjang pendidikan pada penduduk yang berusia 16-18 tahun memang masih jauh di bawah 100 persen.
Kendati begitu, APS di rentang usia 16-18 tahun mengalami kenaikan dari 81.88 persen di tahun 2020, menjadi 82,10 di tahun 2021.
“Penduduk usia sekolah, di umur 16 sampai 18 tahun diasumsikan ada pada tingkat SMA/sederajat,” sambungnya.
Sementara pada tahun 2021, APS untuk penduduk berusia 7-12 tahun berhasil mencapai 99,60 persen, dan untuk penduduk berusia 13-15 tahun berada di angka 98,90 persen.
Rendahnya capaian APS pada salah satu kelompok umur biasanya berkaitan dengan angka putus sekolah pada kelompok umur tersebut.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Rusdi