Dalam sambutannya, Edi Damansyah mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Kepala BGP Kaltim, Kacab Wilayah III Disdik Kaltim, Kadisdikbud Kukar, Ketua PGRI Kukar dan juga Ketua DPRD Kukar yang memberikan perhatiannya untuk peningkatan pendidikan di Kukar.
"Terimakasih atas semua yang dicurahkan kegiatan untuk program Kemendikbud program guru penggerak ini, program ini bertujuan ingin mencetak pemimpin pembelajaran, saya harapkan kedepan di setiap sekolah minimal ada satu guru penggerak, yakni guru penggerak adalah agen perubahan bagi guru-guru lainnya memajukan kualitas pendidikan," kata Edi.
Bupati menjelaskan program guru penggerak ini erat kaitannya untuk melakukan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lingkup bidang pendidikan.
"Harus jelas SPM nya, jadi kita akan berupaya dulu memperbaiki melakukan perubahan untuk mencapai SPM nya dulu, kalau kita tidak bisa kerjakan dengan baik yang minimalnya dulu maka tidak bisa kita melakukan kerja-kerja yang optimal kalau minimalnya saja belum jelas," ungkapnya.
Edi mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran Disdikbud Kukar serta para guru-guru sehingga kurikulum merdeka belajar ini sudah bisa dilakukan di Kukar. Edi menjelaskan konsep merdeka belajar ini adalah bagian besar yang selama ini diinginkan dan diidamkan para guru.
"Kreasi inovasi memang harus ada disini, tidak boleh lagi nanti guru itu terpasung dengan rutinitas, dengan kurikulum merdeka belajar ini diberikan kreasi inovasi, bagaimana mempersiapkan pendidikan dan ini kaitan erat dengan program penetapan guru penggerak ini, tentu saya sangat apresiasi," jelasnya.
Bupati juga berharap, untuk Guru Penggerak yang sudah ada hingga yang angkatan 5 guru penggerak ini, bupati mengingatkan kedepan tidak terbatas di UPT BGP Kaltim saja.
"Dalam satu tahun, alokasi pembiayaan untuk bimbingan pelatihannya dilakukan dua kali. Kalau bisa berikan slot dua kali untuk di kami, jadi nanti dua kali yang kami biayai melalui APBD lewat Disdikbud. Enam bulan pelatihannya kami akan biayai dari APBD kami, saya ingin ada percepatan, semua guru yang ada harus masuk kategori guru penggerak," harapnya.
Pada kesempatan ini, Edi berpesan dan berharap kepada guru penggerak agar fokus dulu menjadi role model di internal sekolahnya sebelum melakukan kerja-kerja sebagai agen perubahan untuk sekolah lainnya.
"Fokus dulu di sekolahnya masing-masing baru nanti ilmu dan wawasan yang dipunyai di salurkan dan diberikan di luar. Tolong lakukan perubahan dulu di sekolahannya, perubahan itu sulit tapi bisa," tegasnya.
Hal senada ditambahkan Kepala BGP Kaltim, Wiwik S yang menyebutkan bahwa Loka Karya 7 ini adalah tahapan akhir sebelum para calon penggerak nanti dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikasi sebagai guru penggerak.
"Setelah ini bukan selesai tugasnya, justru perjuangan menjadi guru penggerak baru akan dimulai, diharapkan menjadi bermanfaat bagi sekolahnya, targetnya ialah siswa siswa siswa. Guru Penggerak dikatakan berhasil jika bisa memajukan sekolahnya," timpal Wiwik.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi