"Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut karena anak-anak kami perlu dukungan pihak luar," kata Arkham.
KPI Goes To School dilaksanakan dalam kelas dan juga aula SMAN 8 Balikpapan. Para siswa tampak antusias untuk mengetahui proses produksi hingga berkeinginan menjadi pekerja Pertamina.
"Yang ikut ada 8 kelas dan yang kumpul di aula 4 kelas karena kapasitas ruangan tak mencukupi. Di aula sekitar 150 siswa," sebutnya.
Menurutnya, KPI Goes To School sesuai dengan tujuan pendidikan di SMAN 8 Balikpapan yakni memberikan kesejahteraan psikologis terhadap peserta didik. "Jadi mereka (siswa) merasa aman dan nyaman di sekolah," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala SMAN 3 Balikpapan, Wahyudi yang berharap peserta didiknya dapat diberi kesempatan melihat sistem produksi Pertamina.
"Kami berharap suatu saat para pelajar dapat juga melakukan kunjungan ke dalam kilang untuk melihat langsung," tutur Wahyudi.
Sementara Pjs GM KPI Unit Balikpapan Febrian Dwi Prastyo mengatakan KPI Goes To School berupa edukasi proses bisnis pengolahan serta diisi motivasi dari manajemen dan para pekerja muda dari berbagai level.
"Keterlibatan para pekerja muda bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial mereka, tidak hanya semata meningkatkan kemampuan teknis di Kilang," kata Febrian.
Menurutnya, KPI tidak hanya diamanahkan untuk menggerakan produksi pengolahan pada kilang. Tetapi juga dipastikan berkontribusi secara sosial dan lingkungan.
"Serta memastikan kedaulatan negara di bidang energi tetap terjamin," jelas Febrian.
Dalam kesempatan itu, PT KPI Unit Balikpapan menyerahkan bantuan 1 unit laptop dan 1 unit proyektor untuk masing-masing sekolah.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur