Kepala SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong, Ahmad Zainuddin mengatakan peserta lomba merupakan perwakilan setiap kelas. Sebanyak lima siswa untuk lomba baca ikrar Sumpah Pemuda sedangkan lomba pidato bahasa Indonesia setiap kelas mengirimkan satu siswa.
“Pemuda menjadi tonggak penerus perjuangan bangsa. Sebagai pelajar kita harus bersungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini juga,” kata Ahmad Zainuddin saat dikonfirmasi korankaltim.com, Minggu (30/10/2022).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa semangat untuk berbuat kebaikan harus mulai dari hal yang sekecil-kecilnya, mulai dari Sekarang dan mulai diri sendiri sesuai hadis Rasulullah SAW.
Peserta lomba baca ikrar Sumpah Pemuda terdiri atas delapan kelompok perwakilan kelas. Mereka tampil bergiliran sesuai nomor urut tampil. Antusias peserta dan penonton terlihat di lapangan. Penampilan dan pakaian peserta menjadi daya tarik tersendiri. Mereka menggunakan aksesoris unik ataupun pakaian bernuansa batik.
“Lomba ini menguji keberanian saya tampil di depan orang banyak. Selain itu, saya juga belajar percaya diri,” komentar Ainun Zahra salah satu peserta baca ikrar Sumpah Pemuda.
Lomba pidato bahasa Indonesia diikuti delapan siswa perwakilan kelas. Kemampuan berbicara para peserta diuji di hadapan juri. Materi pidato yang disampaikan menyesuaikan dengan tema semangat Sumpah Pemuda yang digaungkan.
“Saya berusaha berpidato dengan materi yang sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda. Kepercayaan diri saya juga diasah melalui lomba ini,” tanggapan positif Kocin Athaya Gatsil, perwakilan kelas VIII Ibnu Khaldun, salah satu peserta lomba pidato bahasa Indonesia.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah