Dalam acara tersebut juga dimeriahkan dengan fashion show. Uniknya kostum yang mereka tampilkan seluruhnya berbahan baku dari benda-benda yang didaur ulang seperti kantong plastik, koran bekas hingga karung goni.
Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, perwakilan dari ITS 10 November Surabaya, para kepala SMA serta tamu dan undangan lainnya.
Kepala Disdik Kaltim, Muhammad Kurniawan mengatakan launching ini merupakan simbol kesiapan dunia pendidikan di Kaltim dalam berlakukan inovasi dual track. Program ini melibatkan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang nantinya akan diterapkan di 20 SMA sebagai piloting.
"Tahun berikutnya menyusul diberlakukan di sekolah yang berada di wilayah 3 T (Terdepan, Terluar Tertinggal) dan pinggiran," katanya.
Adapun tujuan dari program dual track ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada siswa SMA yang memiliki kecenderungan untuk tidak melanjutkan sekolahnya hingga ke bangku perguruan tinggi.
Wakil Gubernur Hadi Mulyadi memaparkan Teori Kecerdasan Majemuk (Theory of Multiple Intelligences). Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog dan profesor di Universitas Harvard dalam bukunya berjudul "Frames of Mind".
Menurut Hadi Mulyadi yang mengutip pendapat Howard Gardner, ada delapan jenis kecerdasan yakni Kecerdasan spasial, kinestetik, musical, linguistic, logis-matematis. Interpersonal. Intrapersonal dan Kecerdasan naturalistic.
Hadi mengungkapkan banyak guru yang hanya memahami atau menilai kecerdasan siswa hanya dari sisi akademik, padahal tidak semua siswa terampil dalam hal yang sama.
"Mungkin ada siswa yang berprestasi di bidang olahraga , bermain musik ataupun bidang lainnya. Sekarang yang menjadi tugas guru adalah memastikan dan meneliti siswanya, mereka punya kecerdasan apa," katanya.
Dikatakannya tidak ada siswa yang disebut dengan produk gagal, karena minimal mereka punya satu kecerdasan. "Maka dari itu saya berpesan kepada guru mengajar lah dengan penuh cinta," kata Hadi.
Kepala SMAN 2 Sebulu Fadli Yulizannur mengaku merasa bangga sekolah yang dipimpinnya dijadikan tempat pelaksanaan launching Kurikulum Dual Track yang mengusung jargon ‘Tetap Kuat, Pemimpin, Pemikir, Prestasi Membentuk Generasi Berbudi dan Mandiri.
"Ini menjadi sejarah bagi sekolah kami SMAN 2 Sebulu dipercaya sebagai pelaksana kegiatan launching Kurikulum Dual Track," katanya.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Supiansyah