Acara dihadiri pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa juga maha santri Ma’ad Al-Jami’ah UINSI Samarinda yang memenuhi ruang auditorium.
Wakil Rektor 3 UINSI Samarinda M Abzar Duraesa menyampaikan, Hari Santri Nasional adalah momentum menjaga semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti yang dilakukan oleh para santri dan ulama.
"Ini menjadi pembangkit semangat kepemudaan serta meneladani peran-peran santri untuk merebut dan menjaga kemerdekaan Indonesia," kata Abzar kepada Korankaltim.com disela kegiatan pagi tadi.
Bertepatan dengan tanggal 10 November sebagai peringatan Hari Pahlawan dijadikan kesempatan untuk mengenang jasa para pejuang dalam semangat patriotismenya.
"Ini sesuai dengan pesan menteri bagaimana mengenang jasa santri dan ulama khususnya sejarah KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Wahid Hasyim dalam aspek mempertahankan Republik ini," paparnya.
Diharapkan melalui Hari Santri Nasional 2022, para santri tetap menjaga eksistensinya, tidak hanya memperdalam ilmu keagamaan tetapi harus mampu mengisi wawasan kebangsaan.
Mahasiswa harus bisa mencontoh dan tidak meninggalkan karakteristik santri dalam hal akhlakul karimah. Walaupun setinggi-tingginya ilmu di dapat tetapi tidak berakhlak sama saja tidak berarti apa-apa.
"Tentu harus terus komitmen dalam kebangsaan dan bernegara berlandaskan Islam Wasotiyah (Islami Moderat), jangan sampai terombang-ambing mengikuti gaya Islam radikal dan ekstrimis yang tentu bisa memecah belah keutuhan negara," pungkas Abzar.
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur