Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso, Kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal dan perwakilan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran guru dan staf SMA Islam, Samarinda.
Kepala SMA Islam Samarinda Suyitna mengatakan, berkat dukungan dari pihak sekolah dan siswa yang saling bersinergi acara ini bisa berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan.
Dia menambahkan, sebelumnya para siswa yang memiliki minat dalam mempelajari ilmu membatik telah diberikan pelatihan di LKP Atiqna selama 3 bulan."Kita telah ada kerja sama bersama LKP Atiqna, jadi anak-anak kita yang memiliki minat membatik kita arahkan belajar disini," ucapnya, Minggu (2/10).
Pelatihan membatik ini jelasnya sebagai upaya bagi sekolah dalam menumbuhkan rasa cinta kepada budaya Indonesia. Apalagi batik sendiri sangat melekat dalam sejarah berdirinya bangsa ini.
Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso menyampaikan, Pemkot sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan membatik di SMA Islam dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
"Saya kira patut diberikan apresiasi dengan penghargaan yang luar biasa, ini batik bukan persoalan yang kecil, ini persoalaan yang besar, dan UNESCO sudah menetapkan batik sebagai warisan dunia," katanya.
Menurutnya, batik merupakan identitas dan kebanggan bangsa jauh sebelum adanya Indonesia pada Era zaman Majapahit, batik sudah ada.
"Kegiatan ini adalah cara yang baik untuk mengingatkan kepada anak kita untuk mencintai batik sebagai warisan budaya," ungkap Rusmadi.
Senada dengan Rusmadi, Kepala Diskominfo Kaltim M Faisal menjelaskan, kegiatan semacam ini sangat perlu dilakukan agar para pemuda dan anak-anak bangsa tidak kehilangan identitas bahwa batik adalah bagian dari bangsa Indonesia.
"Ini sangat bagus, kita merayakan momen Hari Batik Nasional berarti kita sudah syiar (menyebarkan) ke semua orang untuk memakai batik dan ini sebagai contoh bagi kita," tuturnya.
Faisal juga mengapresiasi kepada para peserta yang ikut dalam pembuatan batik terpanjang di Kaltim.
"Luar biasa hari ini SMA Islam sudah memulai membuat rekor ya, walaupun cuman dalam kategori rekor Kaltim 54 meter, jika dibandingkan dengan rekor muri sekitaran 3 ribuan meter ya masih sangat jauh, tetapi setidaknya Kaltim sudah memulai," jelasnya.
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Maruly Zainuddin