Kepala SMKN 8 Samarinda Sri Hartono mengatakan, pihak sekolah pun terpaksa mengambil keputusan untuk memindahkan proses belajar mengajar siswa menggunakan ruang laboratorium, musala dan ruang rapat.
"Jadi ada beberapa kelas dengan terpaksa direlokasi, dengan memanfaatkan laboratorium, ruang rapat dan musala untuk belajar, karena salah satu gedung kami yang dua lantai terdiri dari 6 ruang kelas dinyatakan berbahaya untuk dipakai proses belajar mengajar," ungkapnya, Rabu (28/9/2022).
"Ini bukan dari kami yang menyatakan itu, tetapi kami mengundang Dinas Pendidikan (Disdikbud) Kaltim dan mereka mengirimkan ahlinya dan bilangnya berbahaya, sehingga disarankan (gedung) untuk tidak digunakan," sambungnya.
Ditambahkannya, saat ini siswa kelas 12 yang sudah kembali ke sekolah usai menjalani praktek kerja lapangan membutuhkan ruang belajar. "Tetapi, karena anak-anak sudah selesai praktek, mereka tidak bisa menggunakan, makanya kami pindahkan. Dan ini sudah berlangsung satu bulanan ini," terangnya.
Berdasarkan saran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, pihaknya diminta bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim untuk segera dilakukan perbaikan, dan saat ini disebutkannya masih dalam proses penilaian apakah gedung benar-benar tidak bisa digunakan atau gedung tersebut cukup dilakukan perbaikan saja.
Ia pun membeberkan, jika saat ini ada sebanyak 216 siswa-siswi yang menjalani proses belajar mengajar di luar ruang kelas.
"Iya itu kelas 12 dan 11 jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL), jadi yang terdampak ini sebenarnya ya AKL ini saja, tetapi pemerataan dilakukan, sehingga ada beberapa jurusan kami berlakukan hal yang sama," ungkapnya seraya menambahkan bangunan dua lantai tersebut dibangun sejak 2007-2008 silam dan dipergunakan pada 2009.
Penulis: Nancy
Editor: Maruly Zainuddin