
Guru SDN 006 Selvi mengatakan, sekolahnya ini telah membiasakan menyanyikan berbagai lagu demi menerapkan Kurikulum Merdeka. Untuk jadwal kelas pagi dan siang diberlakukan sejak awal Agustus lalu, dengan mengumpulkan siswa-siswi di halaman sekolah untuk baris berbaris, menyanyikan lagu bersamaanan. "Setelah itu baru dilanjutkan kegiatan belajar di dalam kelas," jelas Selvi.
Tak berhenti di situ, SDN 006 Balikpapan Timur juga telah membiasakan siswa-siswi sekolah dan menanamkan Kebhinekaan melalui penggunaan pakaian adat. Kebiasaan ini merupakan ide gagasan cemerlang dari Kepala SDN 006 Balikpapan Timur Arsiani, SPd MM agar dapat terus menumbuhkan semangat cinta tanah air, menghargai kebhinekaan, dan juga upaya bela negara.
Tepat, pada Kamis, 8 September 2022 lalu merupakan agenda perdana siswa-siswi SDN 006 Balikpapan Timur menggunakan pakaian adat ke sekolah dan tetap melakukan agenda belajar mengajar seperti biasanya. “Agenda ini rencananya akan diadakan rutin setiap hari Kamis pada minggu kedua setiap bulan," ucap Selvi.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu cara menjaga kelestarian budaya serta pengenalan pakaian adat yang beragam juga merupakan cara untuk membentuk pemahaman yang baik tentang perbedaan.
"Hari Kamis ini akan menjadi hari Kamis Manis dan juga hari Kamis Keberagaman yang sangat unik dan istimewa di SDN 006 Balikpapan Timur," ungkapnya.
Hal ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain, untuk terus melestarikan pakaian adat, kebiasaan kebhinekaan dan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila.
Dari kegiatan ini pun mencerminkan bahwa aktivitas bermain anak-anak dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan karakter dan kompetensi anak, juga melalui pengalaman langsung.
Dalam dunia pendidikan juga merupakan salah satu bidang yang sangat memberikan kontribusi untuk melestarikan budaya daerah, merawat serta membiasakan diri sejak usia dini untuk dapat saling menghargai perbedaan dan menyatu dalam semangat nasionalisme yang kreatif dan inovatif.
“Selain siswa-siswi sekolah dasar yang turut ambil andil dalam kegiatan berpakain adat, guru-guru di SDN 006 Balikpapan Timur ini juga turut ambil bagian dalam kebiasaan untuk menggunakan pakaian adat serta menggunakan pakaian khas daerah Balikpapan,” tutur Selvi.
Pengembangan kebiasaan ini juga dirasa penting dan sangat baik agar anak-anak dapat menghargai keberagaman suku, budaya, dan agama, serta saling menghargai dan membaur di bangku sekolah.
Guru SDN 006, Amel menerangkan kebiasaan baru ini merupakan ide Perdana yang dilakukan oleh SD se-Balikpapan Timur dengan menggunakan pakaian adat ke sekolah. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan satu persatu siswa berjalan keliling lapangan memperagakan pakaian adat yang mereka kenakan dan kemudian berbaris rapi lagi.
“Dari konsep ini diharapkan dapat memberikan kebiasaan baru kepada siswa-siswi SDN 006 Balikpapan Timur untuk mencerminkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah," tukasnya. (*/kk)
Penulis : */Faishal Ays/Celine
Editor: Maruly Zainuddin