Ustaz Muhammad Sarna selaku pengasuh dan juga pembina Ponpes Hadiqotul Ulum Mangkurawang mengatakan, munaqosyah ini merupakan penerapan program unggulan mengaji dengan menggunakan metode tilawati. "Alhamdulillah prosesnya berjalan dengan sukses," kata Ustaz Muhammad Sarna.
Ditambahkannya, metode ini akan terus digunakan pada Ponpes Hadiqotul Ulum Mangkurawang dimana program unggulan Ponpes juga sejalan dengan program Pemkab Kukar. "Ini sebagai partisipasi kami dalam program Gerakan Etam Mengaji (Gema) yang dicanangkan pemerintah daerah," jelasnya.

Melalui program unggulan tersebut, target wisuda tuntas berkualitas dengan metode tilawati ini bisa terwujud pada Februari mendatang. Untuk diketahui, Ponpes Hadiqotul Ulum Mangkurawang berdiri sejak 2016 hingga sekarang.
Dimana saat didirikan pertama kali, didasarkan terhadap kerisauan banyaknya generasi muda yang belum memahami secara mendalam tentang agama, serta diutamakan bagi anak-anak yang putus sekolah.
Seiring berjalannya waktu, Ponpes Hadiqotul Ulum Mangkurawang pun semakin mengembangkan diri dengan jumlah santri dan santriwati yang terus bertambah. Disertai dengan tenaga pengajar dan juga dengan program sekolah formal untuk tingkat SMP dan SMA.
Selain itu, Ponpes Hadiqotul Ulum Mangkurawang yang berada di Jalan Rangga Yudha, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong ini juga mempersilakan orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya di Ponpes tersebut meskipun saat ini pendaftaran penerimaan sudah ditutup.
"Ponpes Hadiqotul Ulum Mangkurawang tetap menerima anak-anak yang ingin mendaftar. Tidak hanya untuk di daerah Kabupaten Kukar, kami juga menerima dari daerah lain di Kalimantan Timur maupun dari luar pulau," pungkasnya.
Penulis: M Yasin Handayan
Editor: Maruly Zainuddin