Terkait hal ini, anggota DPRD PPU Muhammad Bijak Ilhamdani menjelaskan hal ini usai menggelar serap aspirasi di desa tersebut dan menyempatkan diri memantau kondisi SD 022 Sepaku.
Sekolah tersebut cukup memprihatinkan karena dari depan terlihat hanya menggunakan ban bekas sebagai pagar. “Sangat miris karena itu sekolah utama di Desa Karang Jinawi,” ujar Ilhamdani kepada Korankaltim.com Rabu (10/8/2022) hari ini
Pemasangan pagar dari ban bekas kendaraan roda empat tersebut merupakan inisiatif orangtua murid. “Jadi mereka yang menginisiasi pemasangan ban bekas menjadi pagar,” ungkapnya.
Jauh sebelumnya memang ada permintaan dari warga sekitar agar sekolah ini dibangunkan pagar dan wakil rakyat sudah mencoba memenuhi keinginan hal itu, namun tidak dapat terwujud karena di tahun ini para anggota dewan tidak mendapatkan pokir.
“Sudah diupayakan untuk masuk di pokir saya di tahun 2022, tapi karena kondisi keuangan teman-teman di dewan tidak mendapatkan pokir,” jelas anggota dewan Dapil Sepaku ini.
SD 022 Sepaku hanya satu contoh karena banyak sekolah yang kondisinya serupa. “Bahkan ada yang lebih dari itu. Kami berkeinginan dinas terkait harus mengidentifikasi dan mengetahui kondisi masing-masing sekolah. Kalau sudah mengetahui dan memiliki data kan bisa melakukan presentasi ke pemerintah daerah sehingga bisa di carikan solusi untuk penganggarannya, apakah melalui APBD, DAK atau Bangkeu,” pungkas Ilhamdani.
Penulis : Erwin
Editor : Aspian Nur