“SMK memiliki dua kurikulum yang digabung, pertama kali SMK-nya yang mengajari kejuruan seperti yang ada itu multimedia, teknik body otomotif dan asisten perawat, ada juga Madrasah Diniyah-nya, dasar dari pelajaran agama seperti pesantren, jadi bisa dikatakan SMK Al Idrus ini SMK yang berbasis pesantren,” kata Kepala SMK Al Idrus, Yogie Pribadi Poetra kepada Korankaltim.com, Senin (20/6/2022).
Karena itu ada dua keunggulan yang didapat oleh anak-anak murid SMK Al Idrus yaitu iptek dan iman dan taqwa (Imtaq)-nya.
Mendapatkan muatan pelajaran Iptek di Kurikulum SMK sedangkan Imtaq-nya di madrasah diniyah nya. “Belajarnya dari pukul 7.30 WITA sampai pukul 12.00 WITA fokus di pelajaran SMK-nya, setelah Dzuhur pelajaran seperti madrasah yaitu fiqih, bahasa arab, sejarah islam, ilmu quran, tajwid juga hadist. Nanti kelulusannya pun mendapatkan dua ijazah yaitu SMK dan ijazah Madrasah Diniyah,” ungkap Yogie.
Jadi bukan hanya pelajaran saja, tapi ilmu agamanya juga ditingkatkan, ada keseimbangan dan ketika lulus, anak-anak SMK Al Idrus diharapkan selain ahli dibidang teknik dan kejuruan-nya juga ahli di bidang agama.
“Bisa menjadi tahfiz, bisa menjadi penceramah bisa jadi pendakwah ustadz dan sebagainya, itulah keunggulan di SMK ini. Nantinya kami juga akan mengembangkan kurikulum merdeka belajar yang di dua bulan pertama, anak-anak di pelajaran matematika, bahasa inggris dan bahasa arab itu yang dikuatkan, setelah itu baru memulai pelajaran yang umum karena target kami di satu semester anak-anak itu bisa hapal ataupun paham dengan Alquran minimal dua juz,” tutup Yogie.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur