"Pendidikan merupakan tolok ukur suatu bangsa dengan pendidikan yang baik maka akan memunculkan SDM yang berkualitas. Pendidikan mempunyai kontribusi penting untuk menuai generasi seterusnya," kata Andi Harun.
Andi Harun merasa senang berbaur bersama siswa, guru dan orang tua murid menyaksikan pelepasan generasi bangsa. Kehadiran Andi Harun juga memberikan motivasi kepada peserta didik supaya terus mengukir prestasi dalam bidang apapun di dunia pendidikan.
"Bahkan saya mengistilahkan warisan terbaik hidup ini pendidikan dan mudahan dari mereka ini lahir profesional baru di Samarinda yang akan menjadi tokoh-tokoh di kemudian hari," harapnya.
Senada, Kepala SMPN 10 Samarinda Normala memberikan apresiasi kepada peserta didik yang telah tuntas mengeyam bangku pendidikan di SMPN 10 Samarinda. Dirinya pun berharap agar lulusan kali ini bisa membawa nama baik sekolah dan terus melanjutkan pendidikan hingga tingkat tertinggi.
"Harapannya ibu untuk angkatan 38 ini lulus dengan hasil yang memuaskan dan tentunya mereka bisa masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan bakat dan minat mereka masing-masing," kata Normala.
Normala memberikan kelulawasaan kepada peserta didik untuk memilih sekolah jenjang selanjutnya sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Yang terpenting ia menginginkan anak asuhnya terus menjaga nama baik almamater dan mampu tumbuh menjadi generasi hebat.
"Beberapa sekolah banyak menggaungkan prestasinya, kita beri kebebasan kepada mereka sehingga mereka yang menentukan sendiri. Yang penting tetap tumbuh menjadi generasi hebat," ujarnya.
Sebanyak 330 Siswa yang dilepas dan disambut senyum gembira orang tua menyaksikam buah hati tumbuh dengan baik di jenjang SMP. Nilai tertinggi di angkatan 38 ini ialah 948, 16 diraih oleh Virtaratu Mozashifa siswi kelas 9A.
Selain pelepasan, pihak sekolah juga memberikan apresiasi terhadap siswa berprestasi baik akademik maupun non akademik serta menampilkan berbagai kemampuan siswa dalam bidang seni tari dan seni tarik suara. (*/kk)
Penulis : */Linda Mulyani
Editor : Maruly Zainuddin