Kepala sekolah SDN 027 Samarinda Ulu Wahidah merencanakan penambahan guru terutama guru Bahasa Inggris. SDN 027 berharap bisa mendaptakan guru berkualitas dan linier dibidangnya sehingga mampu memberikan pemahaman yang baik kepada murid.
"Guru perlu ditambah karena ada yang pensiun dan guru Bahasa Inggris juga perlu satu orang supaya kewalahan lagi dalam memberikan pembelajaran kepada murid. Sudah kami rapatkan dan kami ajukan ke Dinas Pendidikan Samarinda," jelas Wahidah kepada Korankaltim.com Minggu (13/2/2022) hari ini.
Sekolah dengan jumlah murid 477 orang itu selain melakukan persiapan melalui tenaga pengajar juga infrastruktur agar sekolah siap untuk memberikan ruang aman dan nyaman. Hal itu dilakukan karena mereka sedang mengikuti program seleksi dalam meraih predikat sekolah Adiwiyata Kota Samarinda.
Piala Adiwiyata merupakan penghargaan yang diincar seluruh sekolah di Indonesia, karena melalui sekolah yang bersih dan nyaman dirasa bisa mempermudah jalannya penyerapan pengetahuan. SDN 027 ini juga bekerjasama dengan beberapa organisasi untuk menanamkan jiwa literasi terhadap murid.
Wahidah yakin melalui literasi sejak dini lebih efektif untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap ilmu pengetahuan.
"Tahun ini Insya Allah kami mengikuti Adiwiyata Kota. Tahun 2017 lalu juga mengikuti Tanoto Pondation, 2018 bekerjasama dengan NU Ma'arif terkait program organisasi penggerak yang mana tentang pembelajaran dan memperkut budaya literasi dengan memperbanyak membaca," sebutnya.
Sejak awal Februari ini SDN 027 melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Wahidah ingin memaksimalkan pembelajarannya dengan memberikan belajar tambahan bagi peserta didiknya dirumah melalui daring.
"Guru-guru siap menambah pembelajaran di rumah untuk memaksimalkan pembelajaran PTM," pungkasnya.
Penulis : Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur