"Delapan sekolah itu masing-masing empat SD (Sekolah Dasar), tiga SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan satu lagi dari TK (Taman Kanak-kanak). Dari beberapa kasus setelah dilakukan tracing, rata-rata penularan dari orangtuanya tapi tidak menularkan kepada teman-temannya di sekolah," jelas Muhaimin kepada Korankaltim.com Rabu (2/2/2022) hari ini.
Pelajar tidak menularkan kepada teman-temannya karena memahami pedoman Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan tidak masuk sekolah bila ada gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19. Melihat perkembangan situasi Covid-19 di Balikpapan, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi PTM bersama Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan Dinas Kesehatan.
Rahmad Mas'ud sudah mengeluarkan dua keputusan terkait PTM. "Sekolah yang pelajarnya sudah divaksin dua kali boleh melaksanakan PTM 100 persen, yang masih satu kali (vaksin) dikejar dulu sampai dua kali setelah itu boleh melaksanakan PTM 100 persen. kedua jika ditemukan ada sekolah yang terkonfirmasi positif maka diliburkan dahulu jadi mereka tetap belajar dari rumah," papar Muhaimin.
Sementara mengenai capaian vaksinasi pelajar sampai saat ini yaitu untuk anak-anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 95 persen dosis pertama sedangkan dosis kedua hampir 70 persen. Sementara untuk usia pelajar SMP ke atas di atas 97 persen.
"Tapi kalau ditemukan ada sekolah yang terkonfirmasi positif akan diliburkan lima hari," tutup Muhaimin.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur