Kendala tentu dialami baik dari orangtua murid, kesiapan sekolah bahkan dari murid itu sendiri. Akan tetapi setelah dikonfirmasi terkait hasil capaian vaksinasi, Asli menyebut semuanya berjalan sesuai yang ditargetkan. "Sudah selesai semua, dan target yang direncakan tercapai semua," sebut Asli kepada Korankaltim.com Minggu(30/1/2022) hari ini.
Ada sekitar 85 ribu murid dari seluruh sekolah dasar di Samarinda baik berstatus negeri maupun swasta ambil bagian dalam pelaksanaan vaksin tersebut. Orangtua sempat khawatir terhadap gerakan vaksinasi tersebut terkait gejala yang timbul pasca vaksin.
Tapi pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan mensiasati melalui memberikan libur 3 hari setelah proses vaksinasi sehingga anak diharuskan untuk istirahat di rumah terlebih dahulu.
Vaksinasi bukanlah persyaratan mutlak berjalannya PTM 100 persen di sekolah namun hal ini jika tidak dijalankan maka tidak afdhol. Disinggung terkait perubahan PTM terbatas menjadi PTM 100 persen dirinya mengaku ingin segera memberlakukannya namun harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan karena varian baru Covid-19 dengan jenis Omicron mulai menyebar dan mewabah.
Terlepas dari hal tersebut Asli menunggu instruksi wali kota Samarinda mengeluarkan surat izin pembukaan PTM 100 persen di seluruh sekolah dasar. "Untuk tambahan PTM kami sambil memantau perkembangan situasi dan menunggu intruksi wali kota," ujar Asli.
Penulis : */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur