Ketua panitia Calon Sekolah Adiwiyata Nasional SDIT Al Ihsan Muara Kaman, Ikanati mengatakan salah satu program yang harus dilakukan oleh calon sekolah adiwiyata nasional adalah penanaman pohon dan bersih-bersih pantai.
"Dalam hal ini kami lakukan yaitu menanam bibit pohon mangrove di pantai Samboja, karena pohon mangrove bermanfaat besar bagi penduduk Indonesia yang mencapai 40-50 persen tinggal di daerah dekat pantai, yakni mencegah abrasi dan tsunami serta peresapan air laut ke daratan," kata Ikanati kepada korankaltim.com, Minggu (14/11/2021).
Oleh karena itu menurutnya, upaya-upaya pelestarian hutan mangrove perlu terus digalakkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pantai.
Ia menyebutkan ada 50 bibit mangrove yang ditanam di area pantai tersebut dan diharapkan upaya ini akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan fungsi ekosistem secara sosial ekonomi bagi masyarakat yang berada di kawasan tersebut.
"Selain melakukan penanaman pohon mangrove kami juga melakukan bersih-bersih pantai supaya pantai kita terlihat indah dan bersih," sebutnya.
Kepala SDIT Al Ihsan Muara Kaman, Dedi Kurniawan menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia serta peduli lingkungan.
"Kita tentu ingin ikut berkontribusi dalam menjaga pelestarian lingkungan. Karena bumi yang kita tinggali merupakan titipan untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Karena itu, penting bagi kita untuk bertanggung jawab dan bersama-sama merawat lingkungan," tegas Dedi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan