"Jadi ada juga yang mengikuti pembelajaran daring tapi belum mandi, ini penting bagi kami," kata Rusmadi saat ditemui di SMPN 1 Samarinda siang tadi.
PTM dinilai juga sangat penting untuk segera dilakukan, sebab kekhawatirannya mengenai learning loss yang sangat berpotensi bakal dialami oleh seluruh pelajar lantaran terlalu lama menggunakan pembelajaran metode daring, Pemkot Samarinda berkomitmen akan berupaya mengatasi hal tersebut yang mungkin sudah terjadi. "Akan kami kejar," tegasnya.
Learning loss sendiri adalah hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau spesifik atau terjadinya kemunduran proses akademik karena suatu kondisi tertentu. Dari 54 sekolah itu diakui hanya sebagian dari jumlah keseluruhan namun dibuka dengan bertahap itu menjadi salah satu upaya pihaknya menjaga kondisi tren penurunan kasus Covid-19 di Samarinda.
"Jadi melawan Covid-19 ini memang tidak boleh takut berlebihan, tapi juga jangan sombong, makanya dibuka pelan-pelan supaya bisa terus dievaluasi," papar Rusmadi.
Rusmadi ditemani Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah yang juga turut mengapresiasi persiapan yang telah digodok oleh masing-masing sekolah, sehingga dalam pantauannya penerapan PTM sudah sangat memenuhi standar protokol kesehatan.
"Saya sangat bangga sekali, ternyata persiapan dari tiap sekolah sangat matang," kata Hetifah.
Menanggapi learning loss, Hetifah tak menampik, sebab hal itu menjadi salah satu konsekuensi dalam metode pembelajaran daring
Dirinya akan mengantarkan persoalan tersebut kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi agar membahas mengenai persoalan tersebut. "Yang terpenting dalam hal ini, anak-anak bisa semangat dan sehat dulu, saya yakin bisa terkejar, optimistis," ujar Hetifah.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur