Santri akan digabung dengan vaksin pelajar untuk mendapat vaksinasi agar penularan Covid-19 bisa dikendalikan dan pembelajaran tatap muka dapat segera terlaksana. "Untuk fokus ke pesantrennya belum ada," ujar Iswahyudi.
Dinkes Berau masih melakukan pendataan berapa jumlah pesantren yang ada di Berau serta jumlah peserta vaksin yang ada di pesantren tersebut karena untuk anak di bawah 12 tahun saat ini masih belum bisa dilakukan vaksin. "Sudah masuk radar kami," ungkapnya.
Siswa dan santri memang sudah masuk dalam prioritas Dinkes Berau. Untuk vaksinasi sendiri, akan dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau pun pihak-pihak lainnya, seperti perusahaan atau TNI-Polri. "Iya masih progres pendataan dilakukan oleh Dinas Pendidikan juga," paparnya.
Yang menjadi kendala saat ini adalah jumlah vaksin yang sedikit, sehingga tidak bisa menyuplai keseluruhan. Dinkes saat ini masih harus menyasar pelayan publik, lansia dan juga pelajar. "Jika jumlah vaksin cukup, tentu tidak ada kendala bagi kita," jelas Iswahyudi lagi.
Sedangkan saat ini persentase vaksin dosis pertama di Berau baru mencapai 38 persen. Untuk dosis kedua yakni 24 persen. Jauh dari standar capain herd immunity yakni minimal 70 persen dari jumlah penduduk suatu daerah.
"Kendala kami hanya soal jatah vaksin. Itu bukan Berau saja, tapi semua," sebutnya. Akhir tahun ditargetkan proses vaksin sudah mencapai 75 persen, baik dosis pertama maupun dosis kedua. "Tidak ada yang tidak mungkin. Target kami akhir tahun 2021," tegas Iswahyudi. (*/kk)
Penulis: */Tri Romadhoni
Editor: Aspian Nur