Hal itu disampaikan Dosen dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Kaltim Nino Adib Chifdhillah saat menjadi moderator talk show bertajuk Perilaku Merokok Remaja Sebagai Ancaman Bonus Demografi Indonesia yang berlangsung dalam jaringan (daring) pada Jumat (17/9/2021) hari ini.
Sekadar diketahui, bonus demografi adalah peluang yang bisa dinikmati suatu negara karena besarnya jumlah penduduk usia produktif yakni 18 sampai 64 tahun. "Dengan kondisi yang ada saat ini, bonus demografi harusnya bisa dirasakan pada tahun 2030 sampai 2045," kata Nino.
Terkait perilaku merokok dengan bonus demografi yaitu negara berpotensi tak menrasakan bonus demografi jika pengendalian penggunaan tembakau tak dibendung mulai saat ini. Nino menyebut pengendalian konsumsi rokok pada usia dini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hingga penjualan rokok menggunakan batas usia.
"Jadi banyak yang harus bisa dilakukan untuk menanggulangi sebelum yang tidak kita inginkan terjadi," paparnya. Dua negara yaitu Australia dan Singapura bisa jadi contoh dimana kedua negara itu membatasi usia terhadap seseorang yang hendak membeli sebungkus rokok di Australia, sementara Singapura memberlakukan secara ketat KTR sehingga perokok aktif memiliki rasa enggan jika harus merokok di tempat umum.
"Nah kesadaran masyarakat disini juga harus terbentuk, apalagi perokok pasif yang hanya menghirup asap rokok dari perokok aktif itu memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan si perokok aktif," sebut Nino. Semua pihak berperan dan bertanggungjawab dalam pengendalian penggunaan tembakau kepada mereka yang berusia remaja.
Diawali dari pemerintah sebagai lembaga eksekutif dapat mengeluarkan regulasi yang cukup tegas menyikapi hal tersebut, bergeser pada lingkungan sekolah yang diharapkan dapat menyelipkan pelajaran mengenai bahaya merokok pada usia dini, lalu lingkungan keluarga juga tak kalah penting terutama bagi orangtua yang juga sebagai seorang perokok agar tidak memperlihatkan ke anaknya terlebih menyuruh sang anak untuk membelikan sebungkus rokok dan yang sangat penting yaitu pribadi masing-masing anak harus mampun menolak terhadap penggunaan tembakau yang menimbulkan kecanduan tersebut.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur