Ia membeberkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda sudah melakukan inventarisasi terhadap anak yang ditinggalkan orang tuanya selama masa pandemi Covid-19 berjalan. "Pendampingan ini juga akan dilakukan terutama pada anak yang yatim, piatu atau pun yatim piatu," ucapnya, Minggu (29/8/2021)
Bahkan pada rapat membahas persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), dihadapan para kepala sekolah Rusmadi meminta agar seluruh kepala sekolah memastikan seluruh murid yang menjadi tanggung jawab setiap sekolah untuk mencari informasi berapa jumlah murid yang ditinggalkan orangtuanya.
"Waktu rapat beberapa waktu lalu saya juga sudah berpesan kepada kepala sekolah untuk memastikan hal ini," ujarnya. Namun menurutnya yang terpenting peran dari Pemkot Samarinda yaitu menjamin keberlangsungan pendidikan anak tersebut agar tidak mengalami putus sekolah. "Untuk rencana beasiswa itu yang sedang kami bicarakan," tuturnya.
Sekretaris DP2PA Samarinda Deasy Evriyani menyebutkan setidaknya terdapat sebanyak 90 orang anak yang ditinggalkan orangtuanya berdasarkan data yang dihimpun dari kelurahan. "Tetapi 90 orang itu bukan keseluruhan dari anak yang sudah bersekolah, hanya sekian dari di antaranya, kalau kami menghimpun keseluruhan," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan