Amyra Zahwa Wicaksana satu dari tiga orang yang beruntung itu. Gadis kelahiran Samarinda 8 November 2004 berdarah Jawa ini merupakan pelajar yang berasal dari SMAN 10 Samarinda, duduk di kelas XII.
Amyra, sapaan akrabnya, mengaku sebenarnya sejak duduk di bangku SMP sudah ingin merasakan keluar dari zona nyaman, dengan sekolah dan tinggal di luar negeri. Saat SMA, mencoba mencari tahu informasi beasiswa secara mandiri. Alhasil, dirinya mendapatkan kabar terkait beasiswa KL-YES.
"Saya browsing mandiri, waktu itu saya carinya beasiswa ke luar negeri. Kemudian saya ketemu dengan program ini. Pertukaran pelajar ini hidup di Amerika. Juga banyak alumni-alumni yang mereka ini hebat-hebat dan keren-keren," kata Amyra kepada Korankaltim.com Senin (23/8/2021) petang tadi.
Saat melakukan pendaftaran, terdapat berbagai tahapan yang perlu dilalui, diantaranya 3 chapter. Khusus di Kaltim terdapat dua tempat yaitu di Samarinda dan Balikpapan. Sedangkan untuk yang berasal dari Kaltara mengikuti chapter Samarinda.
Amyra mengaku ketika dinyatakan lolos seleksi tingkat chapter pertama, ia pun turut mengikuti tahap selanjutnya sampai akhirnya dinyatakan lolos ketiga tahapan tersebut. "Saat diseleksi nasional, saya di wawancarai sama Kedutaan Besar Amerika Serikat. Alhamdulillah akhirnya dinyatakan lulus bersama 2 rekan asal Kaltim lainnya, dari kurang lebih dari 8 ribu orang yang ikuti seleksi," ucap Amyra.
Sejak ditetapkan sebagai peserta beasiswa terpilih pada April 2021 lalu, Amyra tentunya akan terus menjaga sikap dan prilaku pada saat prosesnya berjalan nanti. Amyra memiliki tujuan yang mulia, yaitu seiring dengan tujuan dari program yang ada ini ingin memperkenalkan Indonesia khususnya Kaltim dan Samarinda di Amerika Serikat.
"Karena saya nanti akan bawakan presentasi tentang Indonesia," ungkapnya. Banyak program yang kelak akan menjadi kegiatannya saat di Amerika, diantaranya kegiatan normal yang sehari-hari pada umumnya.
Selain itu juga mereka akan menjadi volunteer untuk di sekolah-sekolah tingkat SD atau TK, dan bantu kegiatan sosial lainnya. "Di akhir tahun pelajarannya, ketika mencapai target 1000 jam volunteer kami akan dapat penghargaan dari Presiden Amerika, dapat sertifikat yang bisa digunakan untuk dimasa mendatang," tuturnya.
Amyra memiliki banyak harapan kepada Pemprov Kaltim, diantaranya memberikan perhatian dan dukungan kepada para siswi-siswi yang sedang berjuang ini, termasuk dirinya.
"Saya adalah satu dari tiga yang berhasil dari Kaltim berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terutama komitmen terhadap dunia pendidikan dan budaya," tutup Amyra.
Penulis : */Faishal Ays
Editor: Aspian Nur