Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan para kepala sekolah dan Puskesmas setempat untuk melakukan pendataan siswa yang akan diberikan vaksin Covid-19. Jumlah murid SD di Kota Beriman sebanyak 78 ribu sementara siswa SMP berjumlah 36 ribu. Namun, vaksin masih diperuntukkan untuk usia 12 tahun ke atas yang artinya diprioritaskan untuk SMP dan SMA sederajat.
“Kalau yang SD nanti tanya Dinas Kesehatan Kota, mungkin tahapannya memang beda. Tapi sepertinya yang akan diprioritaskan vaksin untuk SMP dan SMA, SMK karena mereka lebih banyak komunikasi keluar. Kalau SD lebih banyak di rumah,” kata Muhaimin.
Sementara di Balikpapan, vaksinasi bagi anak sekolah baru berjalan sekitar 2 ribu orang diikuti pelajar SMA, SMK sederajat dan siswa-siswi SMP yang dilaksanakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Begitu pula vaksinasi umum yang digelar Pemkot Balikpapan terdapat vaksinasi kepada anak sekolah. “SMP diikuti empat sekolah yakni SMP Negeri 5, SMP Negeri 14, SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 18,” sebutnya lagi.
Vaksinasi para pelajar juga dilakukan dalam rangka percepatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), seperti kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) telah membuka bagi kabupaten/kota yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 untuk melaksanakan PTM di sekolah.
“Sekolah tatap muka bisa saja dilakukan, tapi kita harus melihat situasi dan kondisi Covid-19 di setiap wilayah yang ada di kota Balikpapan. Serta kita juga harus ada surat rekomendasi dari Wali Kota Balikpapan selaku ketua Satgas Covid-19,” jelas Muhaimin.
Vaksinasi untuk pelajar dilakukan bukan hanya untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tapi juga untuk percepatan herd immunity atau kekebalan kelompok.
Guru sudah dilakukan vaksinasi 100 persen, minimal para pelajar mendekati 80 persen dan juga kedepannya aman saat nanti PTM sudah bisa digelar.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor: Aspian Nur