PTM dapat dilakukan dengan maksimal 50 persen jumlah siswa dari kapasitas yang tersedia. "Tapi kita masih tunggu dulu kebijakan dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), apakah kita boleh, apa tidak boleh," kata lelaki yang menjabat juga sebagai Koordinator Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, itu ketika dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (3/8).
Apabila Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memberi izin sekolah di Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan PTM, pihaknya akan melakukan pengecekan kesiapan sekolah. Ketika sekolah dinyatakan siap, PTM baru akan dilaksanakan.
"Kan kesiapan sekolah masing-masing berbeda, jadi nanti kita cek lagi sekolahnya," kata Rudi. Kendati demikian, menurut dia, sebagian sekolah di Kabupaten Tasikmalaya sudah siap untuk melaksanakan PTM. Sebab, sekolah di Kabupaten Tasikmalaya sudah melaksanakan PTM sebelum PPKM Darurat diterapkan.
Namun, Rudi mengingatkan, apapun kebijakannya, penerapan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan dengan ketat. Sebab, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Ia menambahkan, penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya pada prinsipnya hampir sama dengan daerah lain di Jabar.
Namun, menurut dia, kasus di Kabupaten Tasikmalaya lebih terkendali dibanding di daerah lain. Berdasarkan data terakhir, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya berjumlah 5.849 kasus. Dari total kasus itu, sebanyak 492 orang masih menjalani isolasi, 283 orang meninggal dunia, dan 5.073 orang telah sembuh.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di republika.co.id hari Selasa 03 Agustus 2021 dengan judul : Pemkab Tasikmalaya Mulai Siapkan Sekolah Tatap Muka.