Disebutkannya, agenda pemilihan rektor ini akan dimulai dari penjaringan calon sampai dengan pengambilan suara senat universitas. "Semisal ada tiga sampai empat calon, nantinya akan diusulkan berdasarkan suara terbanyak," katanya.
Kemudian dilakukan rangking terhadap para calon tersebut berdasarkan kriteria yang menjadi penilaian. Kemudian nama-nama kandidat terbaik diserahkan kepada pihak yayasan untuk dipilih menjadi rektor.
Tugas panitia, lanjut Awang, hanya sampai pengajuan calon kepada pihak yayasan. "Nanti yang menentukan siapa rektor (terpilih,red) itu oleh yayasan. Hasil pemilihan itu, suara terbanyak sampai suara terkecil, belum menentukan siapa yang jadi rektor," ujarnya.
Awang menjelaskan, skema pemilihan seperti ini memang diadopsi oleh kampus-kampus swasta. "Kalau kampus negeri malahan yang menentukan itu Kementerian," sebutnya. Jumlah calon yang diusung maupun yang mengajukan diri sendiri tidak dibatasi. Nantinya para calon ini akan terseleksi lewat kriteria-kriteria calon rektor yang ditetapkan.
Pihaknya nanti akan mempublikasikan persyaratan dan kriteria calon rektor. Namun untuk menjalankan tahapan-tahapan pemilihan rektor, pihaknya masih menunggu situasi pandemi mereda. "Jadi kita enggak berani ke mana-mana. Sementara ini diam dulu lah, ikut pemerintah pokoknya," tandasnya.
Penulis: */Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan