Ketua KKN IKN 14 Kuala Samboja, Muhammad Alif Rahim Dohi menyampaikan kegiatan penanaman bibit mangrove ini sebagai upaya menjaga dan melestarikan alam serta mencegah abrasi yang terjadi akibat air laut karena mangrove dipercaya bisa memecah gelombang dan melindungi daratan dari derasnya hempasan air laut.
Bahkan, untuk jangka panjang mangrove juga berpotensi bisa menjadi destinasi wisata alam apabila dikembangkan dengan baik. Selain itu juga dengan infrastruktur yang menunjang. “Mangrove yang sudah ditanam nantinya akan menjadi destinasi wisata alam tersendiri,” kata Rahim kepada korankaltim.com Kamis (8/7/2021) siang tadi.
Penanaman mangrove ini tak sekadar menanam saja, ada tindaklanjut yang dilakukan berupa pengecekan pertumbuhan mangrove tersebut. Ketua Karang Taruna Kuala Samboja Ferri secara terpisah menjelaskan, kegiatan penanaman bibit mangrove ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terkhusus di wilayah pesisir untuk mencegah terjadinya abrasi dan menjaga kelestarian ekosistem dibagian pesisir.
“Karena di wilayah Kuala Samboja masih ada beberapa tempat yang mengalami abrasi. Makanya kami apresiasi kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa KKN Unmul yang sudah mau menjaga kelestarian daerah pesisir khususnya di daerah Kuala Samboja,” ujar Ferri.
Lurah Kuala Samboja Usman mengaku penanaman bibit mangrove itu merupakan upaya untuk mengembalikan ekosistem terutama di kawasan pesisir, karena mangrove yang sehat merupakan garda pertahanan pertama yang harus di perhatikan di wilayah pesisir.
Yang dilakukan ini tentunya akan bermanfaat bagi kehidupan generasi selanjutnya. “Kawasan mangrove yang baik ini berpotensi memberi keuntungan tambahan apabila dapat dikelola dengan baik,” sebut Usman.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Aspian Nur