Unsur pimpinan FPIK Unmul yang baru mengambil sumpah jabatan tersebut adalah Wakil Dekan bidang Akademik (WD I) Elly Purnamasari, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (WD II) Muhammad Syahrir dan Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan (WD III) Sumoharjo.
Pelantikan mereka dilakukan untuk membantu Dekan FPIK Komsanah Sukarti dalam menjalankan program kerja hingga tahun 2025 mendatang.
Sumoharjo menyatakan pelantikan dan serah terima jabatan ini tidak hanya untuk unsur pimpinan di fakultasnya saja tapi juga dibeberapa fakultas lainnya, yakni WD I, II dan III Fakultas Pertanian, Pengganti Antar Waktu (PAW) WD II Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) periode 2021-2023 yang secara bersamaan di lantik oleh Rektor Unmul Masjaya.
Terkhusus pada bidangnya sebagai WD III FPIK Unmul, Sumoharjo mengatakan mahasiswa jangan hanya bergerak pada bidang tata laksana organisasi saja tetapi terlibat menjadi anggota organisasi profesi, misalnya mahasiswa Akuakultur Unmul ini bisa didaftarkan menjadi anggota Akuakultur Indonesia, bahkan hingga terdaftar di World Aquaculture Society.
"Kalau bergabung di organisasi bersifat profesional mereka bisa mendapatkan gambaran dan wawasan lebih luas, bagaimana industri perikanan berkembang di indonesia," ungkap Sumoharjo yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Laboratorium Sistem dan Teknologi Akuakultur FPIK Unmul kepada korankaltim.com petang tadi.
Ketika tergabung dengan organisasi profesi, maka mahasiswa tidak hanya belajar organisasi tetapi dapat memahami ke dalam ranah bisnis juga.
Selain itu, teruntuk 8 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di FPIK Unmul pun, ia mengaku akan membentuk program-program yang meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
"Sehingga kedepan para mahasiswa itu memiliki sertifikat nasional maupun internasional. Jadi begitu lulus mereka bisa mendapatkan sertifikat pendamping ijazah," terang alumnus Magister Institut Pertanian Bogor ini.
Kegunaan sertifikat itu sebagai bentuk penegasan kompetensi atas keilmuan dan keterampilan mahasiswa yang di keluarkan langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang dapat di gunakan di industri sektor perikanan nantinya.
"Jadi mahasiswa itu tidak hanya pandai berorganisasi, tetapi juga memiliki kemampuan skill dan lifeskill serta wawasan terkait profesionalitas atas keilmuannya, dalam hal ini perikanan," tutupnya.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur