Dikatakan Normala, dirinya mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih SMPN 10. Apalagi dirinya memimpin di sekolah itu baru setahun lebih sejak Februari 2019 lalu. Praktis, berbagai gebrakan harus dilakukan secara cepat untuk bisa meningkatkan prestasi tidak hanya dibidang akademik tetapi juga non akademik.

“Alhamdulillah, hasilnya (lomba SSK) membanggakan. Awalnya sekolah kami ditunjuk mengikuti penilaian SSK, jadi di setiap mata pelajaran, guru diwajibkan menyelipkan materi tentang kependudukan, misalnya terkait fenomena pernikahan dini hingga peran dan fungsi keluarga. Awalnya launching SSK di sekolah kami pun sempat terkendala Covid-19. Rencananya Maret, namun baru bisa dilaunching Juli (2020). Berbagai dokumen, mengisi quisioner yang disyaratkan juga kami penuhi, hingga akhirnya bisa juara dan meraih penghargaan nasional,” kata Normala.
SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, dimana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik dalam membentuk generasi keluarga berencana , serta dapat memahami isu kependudukan.
Dalam penilaian SSK ini, dari ratusan sekolah di Samarida, hanya SMPN 10 dan SMPN 35 yang berhasil meraih penghargaan SSK tingkat nasional kategori paripurna 2020. Prestasi lain tak kalah membanggakan selama kepemimpinannya seperti juara III Sekolah Sehat Tingkat Kota Samarinda pada 2019, juara Sekolah Ramah Anak Tingkat Kota Samarinda 2019, Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah (PWBS) 2019, Sekolah Ramah Pangan, dan terbaru Sekolah Siaga Kependudukan.
“Atas berbagai keberhasilan ini, sekolah kami juga ditunjuk sebagai sekolah penggerak khususnya di Samarinda. Semoga ke depan, prestasi yang sudah berhasil diraih ini bisa terus ditingkatkan,” terang Normala. (*)
Penulis: Maruly
Editor: Aspian Nur