Agenda rutin yang biasanya diadakan melalui undangan secara langsung tersebut, kini dalam persyaratannya tak mengharuskan tatap muka, tapi cukup dengan mengirimkan video dari peserta saja, mengingat masa pandemi Covid-19.
Lomba diikuti Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yang kemudian dinilai oleh dua juri yang berasal dari UIN Antasari Banjarmasin.
Jumarlin menjelaskan dirinya merupakan satu satunya peserta dalam kategori lomba cabang tilawah yang mewakili IAIN Samarinda. “Sebenarnya ada lima cabang lomba yaitu Tilawah, Baca Puisi, Singing Contest, Mobile Legends, dan PUBG Mobile, hanya saja lawan terlalu kuat,” katanya.
Pemuda kelahiran Bima Nusa Tenggara Barat ini sudah piawai mengaji karena sejak masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Al- Maliky, mengajarkan anak muridnya harus bisa membaca atau menulis Al Quran.
Sebelumnya, ia sempat juga beberapa kali mengikuti lomba tilawah lainnya yang diadakan di Kampus Universitas Mulawarman (Unmul) Kota Samarinda, hanya saja ia kurang begitu beruntung dan hanya memperoleh juara II dan III saja. (*)
Penulis: */Wahyudi
Editor: Aspian Nur