Sebelumnya Disdik Samarinda berhasil menghimpun persetujuan dari orang tua murid. Sebanyak 83 persen menyetujui pembelajaran tatap muka, dan 17 persen sisanya belum menyetujui. Sehingga guru yang diberikan toleransi untuk tetap menerapkan pembelajaran daring nantinya akan mengisi para murid yang orang tuanya tak menyetujui pembelajaran tatap muka.
"Jadi artinya pembelajaran online masih tetap ada, ya guru yang memiliki comorbid itu nanti yang mengajarnya," jelas Asli.
Disdik Samarinda juga berharap setiap guru yang akan bertugas pada pembelajaran tatap muka dapat di swab tes dahulu demi keamanan. Namun terkait itu tetap kembali pada kewenangan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.
Ditambahkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan SD-SMP, Disdik Samarinda Barlin Kesuma, terdapat 533 guru dan 1.146 murid memiliki comorbid, yang akan tetap menjalankan pembelajaran dengan metode daring.
Menurut Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri bernomor 420/6546/SJ tentang penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akdemik 2020/2021 dimasa pandemi Covid-19 di Daerah, tertera, perlu hadirnya ketersediaan akses transportasi dari dan ke satuan pendidikan. Barlin juga menjelaskan hal itu demi keamanan para guru dan siswa, di Samarinda sebanyak 149 guru, dan 4105 murid masih menggunakan angkutan umum.
"Ini kan juga dianggap tidak aman, makanya ada surat dari Kemendagri itu untuk menyediakan armada buat siswa dan guru," tuturnya.
Termasuk yang memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah juga menjadi perhatian pihaknya, sebanyak 44 guru dan 672 murid mempunyai riwayat perjalanan diminta untuk melakukan karantina terlebih dahulu.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi