“Kalau anak-anak dari jenjang SMA, mungkin bisa menahan diri. Justru yang dikhawatirkan dilingkup SD dan SMP,” tegas Susilo Senin (23/11/2020) sore tadi. Meski demikian, Susilo menegaskan kepada pemerintah agar pembelajaran tatap muka jangan menjadi alasan kemunduran teknologi yang selama ini sudah dikembangkan.
Pasalnya menurut Susilo, pandemi yang melanda Kaltim beberapa bulan kebelakang menjadi momentum untuk Pemrpov Kaltim dan pemerintah daerah lainnya untuk dapat memetakan keberadaan akses internet di Benua Etam. “Nyatanya terlihat banyak daerah yang belum tercakupi kebutuhan internetnya. Kedepan kalau sekolah sudah tatap muka, teknologi yang selama ini kita pakai harus tetap dipakai,” tegasnya.
Teknologi yang dikembangkan untuk pembelajaran daring (dalam jaringan) selama ini bisa memudahkan orangtua murid dan siswa itu sendiri dalam menunjang kegiatan belajar mereka. Tugas-tugas dan aspek pendidikan lain bisa disokong dan dimaksimlalkan dengan keberadaan teknologi tersebut.
Untuk diketahui, Pemprov Kaltim dan sejumlah pemerintah kabupaten/koata di Kaltim sudah mulai membahas skema sekolah tatap muka setelah munculnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Jesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendgari) menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. (*)
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur