“Sejujurnya perasaan saya ada dua saat ini. Senang dan sedih,” kata UAS ditemui korankaltim.com di rumah jabatan wagub Jalan Milono Samarinda.
UAS senang karena melihat generasi-generasi penerus yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya. Sedangkan kesedihan yang dirasakannya lantaran momen-momen seperti ini mengingatkannya pada kejadian 22 tahun silam, saat dirinya diumumkan lolos beasiswa kuliah di Mesir.
“Ketika itu 100 anak Indonesia dapat beasiswa Al-Azhar, termasuk saya. Tapi rasanya tak sebahagia kalian. Saat ini kalian dilepas oleh banyak pihak, orangtua, pemerintah, Kementerian Agama. Sedangkan saya, pergi sendiri, pulang sendiri,” ungkap UAS.
UAS mengibaratkan pergi belajar di Mesir sama seperti ke mal. Harus memiliki tujuan yang jelas. Pasalnya kalau tidak ada tujuan yang jelas, maka akan berakhir dengan membuang-buang waktu karena tidak fokus pada apa yang dituju.
Sementara Hadi Mulyadi membeberkan setiap calon mahasiswa yang akan berkuliah di Al-Azhar, Mesir akan mendapatkan bantuan stimulan hingga Rp430 juta, dan Rp120 juta untuk trasportasi.
“Sehingga totalnya Rp550 juta. Tentu ini tidak seberapa, kami berharap pihak swasta juga mau bergerak untuk membantu adik-adik kita,” kata Hadi.
Mantan Anggota DPR RI ini menyampaikan terima kasihnya kepada UAS dan rombongan yang masih mau berdakwah, menyebarkan kebaikan bahkan di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.
“Ini tidak bisa dinilai dengan materi. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Insya Allah atas izin Allah semua tetap diberi kesehatan,” papar Hadi. (*)
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur