"Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) justru maksimal implementasinya pas ada corona ini, PJJ di dinas kami itu sudah ada yaitu namanya 'Kukar Cerdas'. Program ini sudah ada kesekretariatannya tersendiri dan timnya sekitar 30 guru. Dengan adanya corona ini justru PJJ Kukar Cerdas ini menjadi maksimal," kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, H Tulus Sutopo kepada korankaltim.com, Minggu (15/11/2020).
Tulus mengungkapkan, PJJ semakin berkembang dengan adanya kerjasama daerah lain. Kerjasama ini dilakukan untuk menambah kompetensi guru juga untuk menyajikan pembelajaran online yang bervariatif sehingga peserta didik tidak bosan.
"Ada beberapa kelemahan pembelajaran online yang dirasakan, namun dalam perjalanannya, PJJ ini menuai pujian dari berbagai pihak salah satunya Lembaga Penjamin Mutu provinsi Kaltim yang merupakan UPT dari Kemendikbud, mereka memberikan apresiasi kepada kami" ungkapnya.
Hal ini lantaran para guru-guru di Kukar selama pandemi Covid-19 ini mampu lebih kreatif dalam menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan tetap bisa diikuti secara seksama oleh peserta didiknya masing-masing.
"Guru-guru berani tampil beda, dengan melakukan persiapan-persiapan yang luar biasa sebelum tampil di medsos untuk memberikan pengajaran, jadi hikmanya guru-guru selama pandemi ini justru semakin meningkat kreatifitasnya," terangnya.
Kukar sendiri tentu patut berbangga, karena selama pendidikan online menyikapi pandemi Covid-19, Kukar menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi sebagai daerah percontohan yang maksimal melaksanakan pendidikan online.
"Untuk tingkat nasional, kita ini paling banyak dikunjungi oleh beberapa daerah Kabupaten/Kota lain, bahkan salah satu desa di Sulbar itu mewajibkan 'Kukar Cerdas' untuk putra-putri nya itu menjadi kegiatan wajib mengikuti PJJ itu sendiri," bebernya. "Dan Kukar juga mengikuti lomba pembelajaran jarak jauh tingkat nasional yang diadakan Tanoto Foundation," tutup Tulus.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi