“Keberhasilan SMA Rantau Pulung menggarap lahan perkebunan akan menjadi model baru bagi perusahaan dalam memajukan dunia pendidikan di Kutim. Karena pembinaan serta dukungan banyak manfaat yang diperoleh dari kebun sawit seluas 9 hektar itu,” ujar Camat Rantau Pulung Mulyono, dalam rilis resmi Pemprov Kaltim, yang diterima Korankaltim.com, Minggu (18/10/2020).
Model CSR baru yang dilakukan KPC, diakui Mulyono berdampak besar bagi generasi muda Rantau Pulung, terutama dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan ekonomi. Dijelaskannya, lahan perkebunan kelapa sawit dijadikan laboratorium pendidikan, sehingga mendorong siswa mengenal dunia perkebunan.
Kehadiran Kebun Kelapa Sawit milik SMA Rantau Pulung, diakui Kadisdikbud Kaltim, Anwar Sanusi. Ketika bertandang ke Rantau Pulung belum lama ini, ia menilai kebun kelapa sawit milik SMA Ranpul merupakan satu-satunya di Kalim bahkan di Indonesia.
“Rasa-rasanya tidak ada SMA punya kebun, kecuali koperasi. Model pembinaan yang dilakukan KPC kepada SMA Rantau Pulung ini patut menjadi contoh bagi SLTA lainnya yang mempunyai lahan meski tidak harus kebun kelapa sawit,” ujar Anwar Sanusi. Anwar berharap kebun yang ada dipelihara dan digunakan maksimal dengan menggandeng banyak pihak, terutama perkebunan kelapa sawit sehingga hasil kebun dijual dengan harga standar yang dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan pendidikan.
“Jaga hubungan baik dengan stakeholder, agar kedepan bisa bersinergi dan bekerjasama dengan perusahaan yang sudah berkontribusi membantu bibit sawit yang sekarang menjadi kebun sawit unggulan serta kebanggaan SMAN 1 Rantau Pulung,” ujar Anwar Sanusi yang ikut melakukan panen perdana bersaama Camat Rantau Pulung Mulyono, Kepala Sekolah SMAN 1 Rantau Pulung Untung, dan Sugeng Wiyanto dari PT KPC.[]
Penulis/editor : Rusdi
Suber : Rilis Humas Pemprov Kaltim